Sobat survei, saya yakin anda sudah
familier dengan produk drone multi copter semisal DJI Phantom, DJI Mavic
Pro, DJI Inspire dan lain sebagainya. Produk ini cukup populer di
kalangan pecinta Drone Multi Copter, maupun pecinta fotografi. Dibandingkan
RC Helicopter produk ini memiliki banyak keunggulan. Selain harga
terjangkau, pengoperasian lebih mudah, kualitas camera stabil juga bahan bakar
murah karena electric. Produk ini banyak dipakai oleh kalangan pecinta
fotografi untuk pengambilan foto maupun video dari ketinggian. Karena diambil
dari ketinggian hasil foto maupun video benar -benar berbeda dengan versi
konvensional. Bahkan dalam beberapa varian produk ini mampu terbang dan
merekam video mengikuti aktivitas autdoor kita seperti joging, bersepeda,
panjat tebing tanpa khawatir alat tersebut menabrak pohon dan semisalnya
karena fitur sensor yang disematkan didalamnya.
Bagi anda yang berprofesi sebagai surveyor,
drone ini bisa bernilai lebih bukan sekedar alat selfie. Drone ini
bisa kita manfaatkan sebagai alat pengambilan data topografi. Dengan konsep
fotogrametri foto bertampalan, foto-foto dengan sudut pengambilan data 90
derajad, bisa kita gabungkan menjadi satu dan akan diproses menjadi
menjadi peta. Proses ini tidaklah susah. Proses ini diawali dari perencanaan
jalur terbang dengan mempertimbangkan prosentasi pertampalan foto, dan tinggi
terbang, pengambilan foto dilapangan, post proces data, dan
terakhir adalah proses kartografi.
Penggunaan drone untuk pemetaan memiliki beberapa
keunggulan dibanding dengan pengambilan foto udara dengan wahana pesawat
terbang diantaranya:
1. Untuk area dibawah 1000 hektar sangat
ekonomis, apalagi area-area kecil seperti stok pile, disposal.
2. Pengambilan data lebih cepat tanpa proses berbelit.
3. Dapat dilakukan oleh siapapun tanpa harus
punya sertifikat pilot (area tertentu).
Berikut contoh penggunaan DJI Phantom 3 Pro untuk
Pemetaan Kampus Politeknik Pertanian Negeri Samarinda.
Kampus Politeknik Pertanian
Negeri Samarinda
Gambar 3
Digital Surface Model
Digital Terrain Model
DTM beserta garis kontur.
Jadi bagaimana kesimpulannya?
Untuk informasi lebih detail/ tanya bagaimana
mengolah data bisa hubungi kami di:
Ida Bagus Budi Arta
0811 559 4545





Komentar
Posting Komentar