gambar 1
Pesawat Remote Control (RC)
Ini adalah sebagian koleksi pesawat Remote
Control (RC) pilot kami, dari yang pabrikan seperti tipe cesna maupun
rakitan sendiri seperti Mig 3, Mustang, raptor, sporster, F35 Raptor cukup
banyak terpampang di kamar yang sekaligus dijadikan ruang kerjanya. Dia
dikenal sangat senang membuat dan menerbangkan pesawat RC. Awalnya dia
menerbangkan RC Heli yang dikenal cukup mahal dan cukup susah. Namun
karena perawatan yang cukup memakan biaya dia pindah ke Pesawat RC. Sisa-sisa
heli masih disimpan rapi dalam kamar sebelah. Ini adalah sekelumit cerita
tentang pilot kami, yang bisa menerbangkan hampir semua pesawat RC. Dia sudah
bergelut didunia RC sejak 5 tahunan lalu.
Menerbangkan Drone Multi Copter maupun Fix Wing
apakah mensyaratkan mahir menerbangkan pesawat seperti pilot kami dengan jam
terbang ribuan? Jawabannya bisa iya dan bisa tidak. Maksudnya bagaimana?..kalau
anda memilih drone multi copter semisal DJI anda tidak perlu membutuhkan ribuan
jam terbang, puluhan jam terbang saja saya kira cukup. Drone Multi copter yang
beredar sekarang sudah dilengkapi dengan berbagai Gyro yang memudahkan kita
untuk mengoperasikannya, kita bisa mengoperasikannya secara terbata bata tanpa
khawatir jatuh. Tidak seperti RC Heli beberapa tahun silam yang membutuhkan
skil dewa untuk menerbangkannya.
Berbeda lagi dengan Fix Wing semisal Mitsblue
FX 1800, pesawat yang memiliki bentang sayap 180cm bisa dioperasikan manul
dan otomatis. Manual disini bukan berarti sepanjang jalan akan dioperasikan
secara manual? tentu tidak. Kita hanya menerbangkan manual sampai dengan
elevasi tertentu yang dirasa aman jika harus pindah ke auto pilot. Ketika
pindah ke mode auto pilot, maka pilot sudah bisa beristirahat dan giliran Ground
Control Station yang bekerja, dan akan bekerja lagi ketika pekerjaan
pemotretan telah selesai untuk landing. ya hanya take off dan landing
saja tugas pilot, tetapi jika salah belok pesawat ratusan juta bisa jatuh entah
kemana.
Full Otomatis.
Khabar baik buat kita bersama, bahwa perkembangan
terbaru Mitsblue seri FX 800 bisa kita terbangkan secara full
otomatis. Kita bisa mengatur ke mode auto pilot sejak dari awal.
Jalur terbang take off landing kita atur sedari awal dengan
memperhitungkan beberapa paramater lingkungan seperti arah angin, tutupan
sekitar dan panjang landasan. Mode ini membutuhkan panjang landasan yang lebih
panjang dari kondisi normal, karena apa? seperti kita ketahui pesawat ini
menggunakan GPS sebagai navigasi, dan akurasi GPS sekitar 5-20 m untuk
horisontal, dan bisa lipat dua kali untuk vertikal. artinya jika kondisi
vertikal akurasi 20 meter maka posisi landing pun bisa 40 m dari lokasi yang
kita inginkan. Jikalau kondisi landasan terlalu pendek kita sarankan tetap
dengan take offl landing manual.
Jadi kesimpulannya tetep harus belajar manual ya
sobat..
Selamat terbang bersama Mitsblue..

Komentar
Posting Komentar